"ADAKAH KEAJAIBAN BAHAGIA" ???



“Bahagia mempunyai  Tuhan”

Luar biasa orang yang bahagia mempunyai Tuhan,
karena dia benar-benar merasakan  adanya Tuhan,
betapa bahagianya dia mempunyai Tuhan.
ada yang mengatakan dalam pikiran dan hati :
Aku kendalikan keinginan ku dengan AKAL ku...
Aku kendalikan Akalku dengan ilmu Tuhan Ku...
semoga kita salah satu yang sangat "bahagia bisa mempunyai Tuhan...
berapa kali kita sudah di nampak kan akan kebesaran Tuhan, namun kita masih tidak sadar...
karena AKAL tadi tidak di kendalikan dengan ilmu Tuhan...
Tuhan menciptakan kita untuk "Bahagia, hingga di kenalkan nya dengan surga..
Tuhan mengajak kita untuk berani menjalani "bahagia walaupun terlihat susah dimata umum..
Tuhan selalu mengusai gerak gerik kita, harusnya kita sangat "sadar dan menjadi Bahagia
karena segala sesuatu ada yang mengatur kita untuk yang terbaik bagi kita..
mungkin menurut kita baik belum tentu baik bagi Tuhan...
karena Tuhan lebih tau posisi kita, kadang kita sangat egois, memaksa akan kebaikkan untuk kita...
Tuhan pun menuruti keinginan kita, walaupun kadang sebenarnya kita di suruh membaca ayat-ayatnya...
kadang kemampuan kita sangat terbatas, hingga kita tidak mampu benar untuk mewujudkan keinginan kita...
tapi Tuhan mewujudkan keinginan kita walaupun kadang tidak sesuai keinginan kita..
kita tetaop merasaka Bahagia, hingga kita sadar dan mendapatkan ilmu Tuhan berupa (hikmah0
dimana Bahagia kita saat ini? jika kalau memang sudah tau dan sadar akan keberadaan Tuhan...
sudahkah kita Bahagia/ atau malah sebaliknya kita tidak meng agap Tuhan ada, dengan tindakan kita
yang seolah tidak mengikut sertakan peran Tuhan di dalam nya...
 yang Maha lembut dan bijaksana kita mengenal sifatnya, begitu lembut akan penampakan kebesarannya
hingga membuat kita Bahagia di akhir setiap cerita kita..
Cobalah selalu merasakan akan ke bahagia dengan mempunyai Tuhan, serasa semua memang milik nya
dan akan kembali kepadanya...
Bahasa orang yang menjadikan kebeasaran Tuhan akan segalanya, dia mengatakan :
"semua yang aku lihat, dan aku rasakan hanya titipan.. untuk se waktu-waktu bisa jadi titipan ini di ambil
oleh pemilik nya, siap tidak siap, nyata tidak nyata, percaya tidak percaya semua akan kembali padanya...
cukup Kebahagian ku milik Tuhan ku yang abadi selamanya, hingga pertemuan ku nanti di surga yang di janjikan..."
sampai kapam kapan kita akan mencari kebahagian yang semu?
sedangkan kebahagian abadi adalah Mempunyai Tuhan...
buatlah kebahagian yang terus di bangun tiap harinya, dengan mengahdirkan Tuhan di antara kita,
di situasi sedih maupun gembira, kadang keduanya di bikin oleh Tuhan agar kita tidak berpaling Darinya.."
bagaimana langkah mendapatkan kebahagian mempunyai Tuhan ?
kalau bahasa yang kita tau dan paling mudah di ingat,
"mengenal akan nikmat yang di berikan oleh Tuhan, yaitu berupa keyakinan akan keberadaan nya.."
setelah yakin akan keberadaan nya, semestinya kita sangat "bahagia dan tenang"
karena mempunyai Tuhan yang maha kuasa akan segalanya...
kadang seseorang sangat "bahagia mempunyai kenalan "Jenderal atau presiden"
namun dia tidak sadar jika dia mempunyai Tuhan yang kekuasaan jenderal dan presiden itu ada di genggaman nya...
kadang dia berharap besar akan pengaruh presiden atau jenderal, cukup membuatnya "bahagia"
namun apa jadinya jika jenderal atau presiden tadi pensiun dari jabatan nya?
siapa yang akan kita andalkan lagi, untuk bisa membuat kita "bahagia'?
ternyata jawabpan ter akhir buat pencari "kebahagian"
Bahagia Mempunyai Tuhan... selama nya dan Abadi..
Bersambung....

“Bahagia menjadi manusia”

Bagaimana jadinya kita menjadi hewan yang tanpa pakaian berjalan,
Mencoba bahagia menjadi manusia
yang mempunyai “akal’ bisa menjadi mahluk yang sempurna.
sudahkan kita cukup "bahagia sebagai Manusia"?
dimanakah kita mewujudkan "Bahagia menjadi manusia?
sekiranya jawabpan nya gampang, dimana-mana kita bisa "bahagia menjadi Manusia"
Manusia sama dengan sempurna akan kelebihan nya di bandingkan makhluk yang lain...
sudahkah kita maximal kan kelebihan kita ?
bersambung....








"Bahagia Menjadi Miskin"
Kebanyakan orang bahagia harus dengan kekayaan,
sedangkan kaya itu tak kunjung didapat.

Apa jadi nya jika memang se umur hidupnya dia
di beri kemiskinan oleh takdir .
Usaha sudah dilakukan sehebat profesor
tapi hasil gak sesuai yang di inginkan.

Nikmati apa yang kau miliki sekarang,
jangan pernah mengeluh !
Belum tentu kita mampu memiliki yang lebih,
yang saat ini kita miliki belum bisa jadi kan bagian dari kebahagian.
berusaha lah selalu "bahagia"
"bahagia dalam kemiskinan"
bukan berarti kita menerima kemiskinan itu dengan sangat terpaksa
tapi kita akan mencoba bersyukur dengan Bahagia
kemiskinan mungkin identik dengan kesedihan.
disini kita lain, kemiskinan bukan untuk kesedihan
melainkan untuk kebahagian .
apa yang sementara kita dapat belum tentu dikatakan miskin
sadarkah kita akan kekayaan yang tak bisa di beli oleh uang?
kekayaan Sehat
kekayaan menjadi manusia yang mau berusaha dengan baik.
boleh jadi seseorang yang dikatakan kaya, tapi hatinya miskin
dia lebih tidak bahagia, karena tekanan bebannya.
"mulailah Bahagia walaupun kita miskin'
namun hati kita kaya, akan syukur dan usaha karena Allah swt.
jika semua mempunyai kadar bahagia,
kita yang di katakan miskin
mungkin bisa melbihi bahagia orang yang dikatakan kaya.
buat apa menunggu bahagia harus kaya?
sedangkan bahagia tidak bisa di dapat dengan kaya.

boleh dikatakan miskin
tapi kita lebih kaya "bahagia walapun miskin"
kata orang jawa kuno "mangan ra mangan kumpul"
"makan gak makan kita kumpul"
ini identik untuk bahagia walaupun hanya sepiring berdua
mencari bahagia ada dimanapun
di kondisi apapun kita mampu untuk bahagia
jangan batasi bahagia walaupun kondisi miskin,
itu kan kata orang kita miskin, buat aslinya:
kita sangat bahagia dengan kemiskinan,
kebahagian seorang miskin yang sungguh mahal
dengan secangkit teh tumbruk, melihat Tv 14in
cukup baginya, merasa bahagia.
bagaimana dengan yang dikatakan kaya?
mobil mewah, rumah mewah, tak cukup baginya.
malah kesedihan yang di dapat.
istri kemana, suami kemana, anak di penjara.....
itulah kenyataan yang terjadi disana
banyaknya yang dikatakan kaya, namun tak bahagia
kita alhamdulillah bisa, sesederhana mungkin bisa bahagia
"bahagia dengan miskin, karena Allah swt yang maha Kaya"




"BAHAGIA SAKIT"

-->
Bisakah 'Bahagia Kita saat Sakit  ?
bagaimana bisa merasakan "nikmatnya sehat kalau tidak melalui sakit?
sehat mahal harganya....
sampai ada paribahasa "gunakan masa sehat mu sebelum datang masa sakitmu"

tetaplah "bahagia walaupun tubuh benar-benar sakit.
Alhamdulillah kita sakit masih mampu kedokter dan membeli obat.
Alhamdulillah kita sakit masih di beri kemampuan berfikir untuk sehat.
Alhamdulillah kita sakit masih ada yang menjenguk(perhatian) dari yang lain.
Alhamdulillah kita sakit masih ada yang membuat kita "bahagia...
Alhamdulillah kita sakit masih ada bagian lain yang sehat.
Alhamdulillah kita sakit masih mampu bekerja.
Alhamdulillah kita sakit anak dan istri kita sehat.
Alhamdulillah kita sakit tapi saat ini sudah sehat.

Alhamdulillah jawabpan agar bisa memulai "bahagia"...dalam sakit.
berapa banyak orang yang sakit tidak mengucap "Alhamdulillah'
karena sakit adalah musibah atau beban untuk dirinya.
pernahkah kita belajar melihat "ibu yang selesai melahirkan ' ?
dalam keadaan sakit yang luar biasa, setelah itu dia mengucapkan Alhamdulillah.
karena ada yang membuatnya "bahagia"

seolah sakitnya tidak dirasakan lagi.
Bahagia sekali "ibu yang selesai melahirkan"
konsentrasi menjadi ke arah lain, untuk bisa membuatnya "bahagia"

ternyata fokus berfikir bisa membuat yang sakit jadi "bahagia"
bisakah kita "bahagia dalam sakit"
sebagaimana ibu yang selesai melahirkan.

cobalah bersyukur dengan mengucap  Alhamdulillah, agar kita bisa menemukan "bahagia"
belum tentu kita sehat kalau tidak mengucap "Alhamdulillah"
malah nambah sakita, iya...!!
yang diperoleh dari ucapan Alhamdulillah ?
yang pertama kita berdzikir
yang kedua kita bisa mefokuskan fikiran dan hati ke arah yang Maha Menguasai.
yang ketiga kita akan dapatkan ketenangan dan Bahagia dalam Sakit.

pernah kita belajar "bahagia waktu sakit" ?
mungkin hanya mampu "Alhamdulillah saat sehat" karena
sekarang mungkin waktunya, sebelum kita sakit
ucapkan Alhamdulillah.
setelah kita sakit, sangat akan mudah mengucapkan Alhamdulillah.
karena kita sudah terbiasa berfokus pada Alhamdulillah.

Dengan Alhamdulillah kita Bisa Merasakan "Bahagia Waktu Sakit"


 
“Bahagia tidak sesuai rencana” 
memang kita di ciptakan tidak untuk sesuai rencana kita,
karena rencana tuhan yang lebbih berlaku.
Tapi tetaplah bahagia dalam rencana yang tidak sesuai
karena segala rencana mu tetap ada hikmahnya.

kata-kata hikmah yang harus berani menjalani
baru akan tau pelajaran setelahnya.

Di sini saya mungkin menuliskan tetang Hikmah tidak se indah ahli hikmah.
tapi kita coba berbagi dalam membahagiakan diri, dalam rencana yang tidak sesuai.


belajar hikmah bisa membuat "bahagia walaupun rencana tidak sesuai"
adakala suatu perjalanan rencana kadang hampir sesuai dengan ke inginan kita.
tapi kebanyakan rencana tidak sesuai dengan harapan kita.

disitulah adanya hikmah, belajar hikmah membutuhkan ke beranian namun jika berani dilakukan bisa "bahagia'
karena memang tidak ada yang sia-sia di semua rencana kita, di situ ada hikmah yang bisa kita belajar.
ingat kah kita kisa "lukmanul hakim" yang perjalanan nya mempunyai hikmah.

Pada waktu Lukmanul hakim, menunggangi kuda nya dengan anak nya.
disuatu perjalanan Lukmanul hakim hanya berdua, setelah melewati perkampungan,
apa yang di ucapkan dari perjalanan nya
salah satunya menegur, Lukmanul hakim kenapa kau menunggangi kuda itu berdua?
apakah kamu tidak kasian dengan kuda itu ?
setelah mendengar itu lukmanul hakim turun dari kudanya.
anaknya tetap di atas kuda,

berjalan lah lukmanul hakim, dengan suatu perjalanan dia di tegur lagi.
oleh seseorang "lukmanul hakim, apakah kamu tidak medidik anak mu"
seorang anak harus berbakti kepada orang tua nya,
apakah baik jika anak di atas kuda, sedangkah ayahnya menuntun kuda tersebut ?
seketika San anak pun turun mendegar teguran itu....
setelah berjalan lagi, adapun yang menegurnya lagi.
betapa teganya kamu dengan kuda,
kenapa terus saja kamu suru berjalan. tidak kah kau lebih baik mengendongnya ?
setelah mendengar teguran seseorang tersebut,
"lukmanul hakim" menggendong kuda tersebut, hingga tidak lama
suara seseorang lagi berkata sambil tertawa.......

betapa bodohnya kamu mau menggendong kuda itu....
apakah hikmah dari perjalanan Lukmanul hakim yang seolah tidak sesuai dari rencana nya.
lukmanul hakim tetap "Bahagia" dan dia mengambil pelajaran dari rencananya yang tidak sesuai.

mungkin ini adalah salah satu "mendapatkan Bahagia dari perjalanan yang tidak sesuai rencana"







Salam

Lukman Hakim, Solo




0 komentar:

Poskan Komentar